BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Mempelajari Konsep dasar IPS berisi tentang konsep, hakikat,
dan karakteristik pendidikan IPS SD. Dengan mempelajari materi Konsep dasar IPS
ini, diharapkan dapat menjelaskan konsep-konsep IPS yang berpengaruh terhadap
kehidupan masa kini dan masa yang akan datang secara kritis dan kreatif.
Pembahasan materi ini menerapkan pendekatan antar disiplin yang
mengintegrasikan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Adapun media yang digunakan
adalah bahan ajar cetak dan non cetak (web).
Sebagai calon guru SD hendaknya menguasai materi IPS sebagai
program pendidikan. Untuk membantu menguasai materi tersebut maka dalam Konsep
Pendidikan IPS, disajikan pembahasan hal-hal pokok dan latihan sebagai berikut
:
1.
konsep pendidikan IPS
2.
hakikat pendidikan IPS
3.
karakteristik pendidikan IPS di SD
B. TUJUAN
Setelah mempelajari materi Konsep Pendidikan IPS, diharapkan
dapat menjelaskan tentang :
1.
Pengertian IPS
2.
Sejarah IPS di Indonesia
3.
Rasional mempelajari IPS di SD
4.
Hakikat pengajaran IPS
5.
Tujuan pembelajaran IPS di SD
6.
Karakteristik pembelajaran IPS di SD
C. RUMUSAN MASALAH
Adapun
masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
3. Apakah hakikat pendidikan atau
pengajaran IPS?
4. Apa tujuan dari pembelajaran IPS
di SD?
5. Apa saja Karakteristik pembelajaran
IPS di SD?
BAB II
PEMBAHASAN
HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN IPS
Hakikat IPS, adalah telaah tentang manusia dan dunianya.
Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya. Dengan
kemajuan teknologi pula sekarang ini orang dapat berkomunikasi dengan cepat di
manapun mereka berada melalui handphone dan internet. Kemajuan Iptek
menyebabkan cepatnya komunikasi antara orang yang satu dengan lainnya, antara
negara satu dengan negara lainnya. Dengan demikian maka arus informasi akan semakin
cepat pula mengalirnya. Oleh karena itu diyakini bahwa “orang yang menguasai
informasi itulah yang akan menguasai dunia”.
Suatu tempat atau ruang dipermukaan bumi, secara alamiah
dicirikan oleh kondisi alamnya yang meliputi iklim dan cuaca, sumber daya air,
ketinggian dari permukaan laut, dan sifat-sifat alamiah lainnya. Jadi bentuk
muka bumi seperti daerah pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan daerah
pegunungan akan mempengaruhi terhadap pola kehidupan penduduk yang
menempatinya. Lebih jelasnya Anda dapat mencermati contoh berikut ini.
• Corak kehidupan masyarakat di tepi
pantai utara Jawa yang bentuknya landai dengan laut yang tenang dan tidak
begitu tinggi serta arus angin yang tidak begitu kencang, sangat menguntungkan
bagi masyarakat untuk mencari ikan. Hal ini disebabkan ikan banyak berkumpul di
kawasan laut yang dangkal yang masih tertembus sinar matahari. Oleh karena itu
mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Hampir semua
pelabuhan-pelabuhan besar di pulau Jawa sebagian besar terletak di pantai utara
Jawa.
• Dataran rendah yang meliputi
daerah pantai sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut merupakan
kawasan yang cadangan airnya cukup, didukung oleh iklimnya yang cocok,
merupakan potensi alam yang cocokuntuk dikembangkan sebagai areal pertanian,
misalnya Karawang, Bekasi, Indramayu, Subang dan sebagainya. Dataran tinggi
yang beriklim sejuk, dengan cadangan air yang sudah semakin berkurang maka
sistem pertanian yang dikembangkan adalah pertanian lahan kering dan
holtikultura seperti sayuran, buah-buahan, da tanaman hias.
• Lain dengan daerah pegunungan yang
memiliki corak tersendiri. Karena sedikitnya persediaan air tanah,
mengakibatkan pemukiman penduduk terpusat di lembah-lembah atau mendekati alur
sungai. Hal ini dikarenakan mereka berusaha untuk mendapatkan sumber air yang
relatif mudah. Ladang yang mereka usahakan biasanya terletak di lembah
pegunungan.
Aspek
pengaturan dan kebijakan ini termasuk aspek politik
Marilah
kita cermati kembali apa yang sudah kita pelajari di atas. Setelah kita
pelajari ternyata kehidupan itu banyak aspeknya, meliputi aspek-aspek:
1. hubungan sosial: semua hal yang
berhubungan dengan interaksi manusia tentang proses, faktor-faktor,
perkembangan, dan permasalahannya dipelajari dalam ilmu sosiologi
2. ekonomi: berhubungan dengan
pemenuhan kebutuhan manusia, perkembangan, dan permasalahannya dipelajari dalam
ilmu ekonomi
3. psikologi: dibahas dalam ilmu
psikologi
4. budaya: dipelajari dalam ilmu
antropologi
5. sejarah: berhubungan dengan waktu
dan perkembangan kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu sejarah
6. geografi: hubungan ruang dan
tempat yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu
geografi
7. politik: berhubungan dengan
norma, nilai, dan kepemimpinan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat
dipelajari dalam ilmu politik
Tujuan Pendidikan IPS
Berdasarkan
pada falsafah negara tersebut, maka telah dirumuskan tujuan pendidikan
nasional, yaitu:
membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila dan untuk
membentuk manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya, memiliki pengetahuan dan
keterampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat
menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan
kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai
bangsanya, dan mencintai sesama manusia sesuai ketentuan yang termaksud dalam
UUD 1945.
Berkaitan
dengan tujuan pendidikan di atas, kemudian apa tujuan dari pendidikan IPS yang
akan dicapai? Tentu saja tujuan harus dikaitkan dengan kebutuhan dan
disesuaikan dengan tantangan-tantangan kehidupan yang akan dihadapi anak.
Berkaitaan dengan hal tersebut, kurikulum 2004 untuk tingkat SD menyatakan bahwa,
Pengetahuan Sosial (sebutan IPS dalam kurikulum 2004), bertujuan untuk:
1. mengajarkan konsep-konsep dasar
sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan, pedagogis, dan
psikologis.
2. mengembangkan kemampuan berpikir
kritis dan kreatif, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan sosial
3. membangun komitmen dan kesadaran
terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4. meningkatkan kemampuan bekerja
sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik secara nasional
maupun global.
Sejalan
dengan tujuan tersebut tujuan pendidikan IPS menurut (Nursid Sumaatmadja. 2006)
adalah “membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian social yang berguna bagi dirinya
serta bagi masyarakat dan negara” Sedangkan secara rinci Oemar Hamalik
merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku para siswa,
yaitu : (1) pengetahuan dan pemahaman, (2) sikap hidup belajar, (3) nilai-nilai
sosial dan sikap, (4) keterampilan (Oemar hamalik. 1992 : 40-41).
Untuk lebih jelasnya akan dibahas
satu persatu.
Pengetahuan dan Pemahaman
Salah
satu fungsi pengajaran IPS adalah mentransmisikan pengetahuan dan pemahaman
tentang masyarakat berupa fakta-fakta dan ide-ide kepada anak.
Sikap belajar
IPS
juga bertujuan untuk mengembangkan sikap belajar yang baik. Artinya dengan
belajar IPS anak memiliki kemampuan menyelidiki (inkuiri) untuk menemukan
ide-ide, konsep-konsep baru sehingga mereka mampu melakukan perspektif untuk
masa yang akan datang.
Nilai-nilai sosial dan sikap
Anak
membutuhkan nilai-nilai untuk menafsirkan fenomena dunia sekitarnya, sehingga
mereka mampu melakukan perspektif. Nilai-nilai sosial merupakan unsur penting
di dalam pengajaran IPS. Berdasar nilai-nilai sosial yang berkembang dalam masyarakat,
maka akan berkembang pula sikap-sikap sosial anak. Faktor keluarga, masyarakat,
dan pribadi/tingkah laku guru sendiri besar pengaruhnya terhadapa perkembangan
nilai-nilai dan sikap anak.
Keterampilan dasar IPS
Anak
belajar menggunakan keterampilan dan alat-alat studi sosial, misalnya mencari
bukti dengan berpikir ilmiah, keterampilan mempelajari data masyarakat,
mempertimbangkan validitas dan relevansi data, mengklasifikasikan dan
menafsirkan data-data sosial, dan merumuskan kesimpulan.
Karakteristik Pendidikan IPS SD
Untuk membahas karakteristik IPS,
dapat dilihat dari berbagai pandangan. Berikut ini dikemukakan karakteristik
IPS dilihat dari materi dan strategi penyampaiannya.
1. Materi IPS
Ada
5 macam sumber materi IPS antara lain:
a. Segala sesuatu atau apa saja yang
ada dan terjadi di sekitar anak sejak dari keluarga, sekolah, desa, kecamatan
sampai lingkungan yang luas negara dan dunia dengan berbagai permasalahannya.
b. Kegiatan manusia misalnya: mata
pencaharian, pendidikan, keagamaan, produksi, komunikasi, transportasi.
c. Lingkungan geografi dan budaya
meliputi segala aspek geografi dan antropologi yang terdapat sejak dari
lingkungan anak yang terdekat sampai yang terjauh.
d. Kehidupan masa lampau,
perkembangan kehidupan manusia, sejarah yang dimulai dari sejarah lingkungan
terdekat sampai yang terjauh, tentang tokoh-tokoh dan kejadian-kejadian yang
besar.
e. Anak sebagai sumber materi
meliputi berbagai segi, dari makanan, pakaian, permainan, keluarga.
2. Strategi Penyampaian Pengajaran IPS
Strategi penyampaian pengajaran IPS,
sebagaian besar adalah didasarkan pada suatu tradisi, yaitu materi disusun
dalam urutan: anak (diri sendiri), keluarga, masyarakat/tetangga, kota, region,
negara, dan dunia. Tipe kurikulum seperti ini disebut “The Wedining Horizon or
Expanding Enviroment Curriculum” (Mukminan, 1996:5).
Sebutan Masa Sekolah Dasar,
merupakan periode keserasian bersekolah, artinya
anak
sudah matang untuk besekolah. Adapun kriteria keserasian bersekolah adalah
sebagai berikut.
1. Anak harus dapat bekerjasama
dalam kelompok dengan teman-teman sebaya, tidak boleh tergantung pada ibu, ayah
atau anggota keluarga lain yang dikenalnya.
2. Anak memiliki kemampuan
sineik-analitik, artinya dapat mengenal bagian-bagian dari keseluruhannya, dan
dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut.
3. Secara jasmaniah anak sudah
mencapai bentuk anak sekolah.
Menurut Preston (dalam Oemar
Hamalik. 1992 : 42-44), anak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Anak merespon (menaruh perhatian)
terhadap bermacam-macam aspek dari dunia sekitarnya.Anak secara spontan menaruh
perhatian terhadap kejadian-kejadian-peristiwa, benda-benda yang ada
disekitarnya. Mereka memiliki minat yang laus dan tersebar di sekitar
lingkungnnya.
2. Anak adalah seorang penyelidik,
anak memiliki dorongan untuk menyelidiki dan menemukan sendiri hal-hal yang
ingin mereka ketahui.
3. Anak ingin berbuat, ciri khas
anak adalah selalu ingin berbuat sesuatu, mereka ingin aktif, belajar, dan
berbuat
4. Anak mempunyai minat yang kuat
terhadap hal-hal yang kecil atau terperinci yang seringkali kurang
penting/bermakna
5. Anak kaya akan imaginasi,
dorongan ini dapat dikembangkan dalam pengalaman-pengalaman seni yang
dilaksanakan dalam pembelajaran IPS sehingga dapat memahami orang-orang di sekitarnya.
Misalnya pula dapat dikembangkan dengan merumuskan hipotesis dan memecahkan
masalah.
Berkaitan dengan atmosfir di
sekolah, ada sejumlah karakteristik yang dapat diidentifikasi pada siswa SD
berdasarkan kelas-kelas yang terdapat di SD.
1. Karakteristik pada Masa Kelas
Rendah SD (Kelas 1,2, dan 3)
a. Ada hubungan kuat antara keadaan
jasmani dan prestasi sekolah
b. Suka memuji diri sendiri
c. Apabila tidak dapat menyelesaikan
sesuatu, hal itu dianggapnya tidak penting
d. Suka membandingkan dirinya dengan
anak lain dalam hal yang menguntungkan dirinya
e. Suka meremehkan orang lain
2. Karakteristik pada Masa Kelas
Tinggi SD (Kelas 4,5, dan 6).
a. Perhatianya tertuju pada
kehidupan praktis sehari-hari
b. Ingin tahu, ingin belajar, dan
realistis
c. Timbul minat pada
pelajaran-pelajaran khusus
d. Anak memandang nilai sebagai
ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah.
Menurut Jean Piagiet, usia siswa SD
(7-12 tahun) ada pada stadium operasional konkrit. Oleh karena itu guru harus
mampu merancang pembelajaran yang dapat membangkitkan siswa, misalnya penggalan
waktu belajar tidak terlalu panjang, peristiwa belajar harus bervariasi, dan
yang tidak kalah pentingnya sajian harus dibuat menarik bagi siswa.
BAB III
PENUTUP
|
Kesimpulan |
IPS merupakan bidang studi baru, karena
dikenal sejak diberlakukan kurikulum 1975. Dikatakan baru karena cara
pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS merupakan perpaduan dari
sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi.
Adapun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata pelajaran tersebut
mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.
Pendidikan IPS penting diberikan kepada
siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, karena siswa sebagai anggota
masyarakat perlu mengenal masyarakat dan lingkungannya. Untuk mengenal
masyarakat siswa dapat beljar melalui media cetak, media elektronika, maupun
secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengah-tengah msyarakat. Dengan
pengajaran IPS, diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap untuk
bertindak secara rasional dan bertanggungjawab dalam memecahkan masalah-masalah
sosial yang dihadapi dalam kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar